Cara memilih Komoditi tanaman untuk dikembangkan, melaui pendekatan produktivitas.

Memilih komoditi tanaman apa yang maudikembangkan tentunya berkaitan dengan berbagai aspek yang terkait. Misalnya Kondisi tanah, ketersediaan air, serapan pasar, ketersrdiaan SDM, Bibit, obat hama dan ketersediaan pupuk.

Kompilasi dari berbagai unsur di atas akan membentuk Biaya produksi, setelah dijual maka harga jual keseluruhan dikurangi biaya produksi akan menghasilkan angka selisih, selisih itu disebut Untung maupun Rugi. jika biaya operasional lebih sedikit maka selisih itu adalah untungnya.

Kadang, kita mewawancara seorang petani, guna memperoleh informasi terkait biaya produksi dan nilai jualnya, tidak bisa langsung berupa pertanyaan yang terlalu sederhana, misalnya : ” Berapa keuntungan bersih per hektar, pak ?”, namun untuk ke sana kita harus pintar menyusun pertanyaan-pertanyaan yang nantinya bisa disusun menjadi perhitungan yang akan menghasilkan laba bersih, laba kotor, sampai pada laba per m2 per bulan.

Jika kita ingin tahu berapa produktivitas tanam padi di suatu daerah, cukup kita tanyakan dapat beraqpa TON waktu panen, dan berapa luas sawah yang ditanami. setelah itu menanyakan berapa habisnya bibit, pupuk dan tenaga kerja dari tananm sampai panen. Sebagai pelengkap perhitungan juga ditanyakan besarnya tarip upah buruh.

jika luas tanah 1/2 Ha, menghasilkan padi 4 Ton, maka bisa disimpulkan bahwa cara tanam itu mampu menghasilkan 8 Ton per Ha, Jika dibagi 10.000m2 maka 8000kg/10.000m2 = 0.8 Kg/m2, jika harga gabah per kilo 4000, maka per m2 tanah itu menghasilkan 4000 x 0.8 kg= Rp.3.600 /m2 dalam waktu pengerjaan 4 bulan. kalau disimpulkan menjadi 800 rupiah per bulan per meter.

Coba bandingkan dengan tanaman lainnya. pilih yang paling menguntungkan.

Jurnal KBM off-On-line

Setelah guru mempersiapkan KBM pada malam atau hari sebelumnya, saat KBM tentu akan melakukan tahapan-tahapan mulaidari apersepsi, kegiatan inti, dan penutup berupa refleksi. di samping itu merekam keadaan siswa, kehadiran siswa juga menuliskan catatan khusus yang akan berguna sebagai bahan penilaian sikap.

Secara offline, berupa 1 lembar kertas diisi saat sela sela mengabsen, dan mengamati selama proses KBM. Setelah selesai KBM , sambil menunggu jam pulang, bisa melakukan entry Online Jurnal KBM tersebut, saat itu kinerja telah dilakukan, dibuktikan secara fisik dan dilaporkan secara online, sehingga kinerja telah terekam. Rekaman ini dijadikan dasar penilaian Kinerja dan pemberian reward sesuai capaiannya.

Form online sebagai bukti laporan kinerja KBM

SMS & Kesiapan Mengajar

Berawal dari kenyataan kehidupan “zaman now”, entah mengapa semua orang jadi tergantung pada gadget. Bahkan menurut berita di indonesia ini jumlah gadget lebih besar dibanding jumlah penduduk Indonesia, ini beralasan karena hampir orang dewasa mapan memiliki lebih dari 1 Handphone.

Akibat yang jelas terasa adalah hilangnya kontrol waktu terhadap penggunaan gawai ini, sehingga yang menjadi korban adalah anak, suami, istri, kawan dan dunia pendidikan kena imbasnya. Guru bisa saja lupa membuat persiapan mengajar atau bahkan gak sadar kalau ada jadwal KBM besuk harinya.

Apa yang bisa dilakukan oleh managemen mengatasi hal ini ?. Karena zaman ini zaman teknologi ya kita kembali mencari solusi dengan teknologi. SMS otomatis atau SMS gateway bisa mengirim pesan dijadwalkan baik kepada perkontak maupun per grup, dengan sebuah modem dan aplikasi khusus, maka setiap malam jam 07:00 akan terkirim pesan santai mengingatkan kepada grub guru senin, grub guru selasa dan seterusnya sesuai jadwal mereka. sebagai contoh ” bapak ibu, besuk adalah hari Senin, marilah kita siapkan KBM terbaik buat anak didik kita, buatlah persiapan dan jangan lupa di “online’ kan agar kinerja bapak ibu bisa kami pantau dan nilai.

Kesiapan mengajar sudah semestinya dilakukan setiap malam sebelumnya atau satu hari sebelumnya, namun siapa yang bisa menjamin itu semua dilakukan, padahal itu bisa dijadikan bukti kinerja, dan yang terjadi adalah hanya beberapa guru yang melakukan persiapan dengan baik.

Peranan persiapan ini sangat penting maka managemen tidak mau hanya menunggu dan tidak dapat kepastian guru membuat persiapan, sehingga peran SMS gateway sangat penting.

Aplikasi sms gateway dilengkapi Modem dan simcard.

Setelah Guru mendapat pesan, guru akan segera membuat persiapan dengan satu lembar Form, sebagai arsip persiapan. dan dionlinekan sebagai bukti laporan kinerja. Data akan terekap oleh managemen jadi satu dengan kiriman gurulainnya.

Berikut contoh Form isian kesiapan mengajar.

Contoh lembaran Kesiapan yang menjadi bukti fidik kinerja guru, dan mengirimkan isian secara online

Format Online untuk melaporkan kesiapan mengajar sebagai berikut :

Semua data online masuk di Drive, dan managemen dengan mudah mengakses , mengunduh, mengolah dan menganalisis, untuk evaluasi dan peningkatan kinerja selanjutnya.

Era 4.0

Peran guru dalam mempersiapkan anak muda tangguh di era digital sangatlah krusial. Anak sudah terlahir dengan bakat masing-masing dan untuk mengembangkan bakat tersebut, selain orang tua, guru memegang peranan penting. Guru harus menjadi pendorong anak dalam menemukan bakat minat, mengembangkannya dan pada akhirnya bisa menjadi pegangan dalam hidup anak. Hal penting yang harus dilakukan adalah mengubah menanamkan pemahaman pada guru bagaimana perbedaan pendidikan dulu dan di era digital saat ini.

Sekretaris IGI Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP dan Educational Consultant, Ahmad Rizali, yang menjadi nara sumber pada seminar yang dihelat Sabtu, 2 Maret 2019 tersebut memaparkan data tentang rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, sekaligus memberikan solusi. Solusi yang dimaksud adalah bahwa generasi milenial harus kreatif ( creative), kritis ( critics), komunikatif (communicative), kolaboratif (collaborative), dan percaya diri (confidence) atau disingkat 5C. Sekali lagi, guru menjadi pilar terdepan mempersiapkan anak didiknya menguasai keterampilang abad 21 tersebut.

Bagi Anak SMK sekarang, yang dikuatkan adalah menanamkan 5 C, yang arahnya adalah mengarahkan pada kekuatan kemandirian, kecakapan IT, analisa , wirausaha, dan menjalin kerjasama untuk bersinergi agar semakin kuat menjalankan bisnisnya.